Gending Sriwijaya

blogger templates
Film Gending Sriwijaya adalah film produksi Putaar Films ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo yang berkisah tentang intrik perebutan kekuasaan Kedatuan bukit Jurai yang dipimpin raja bergelar Dapunta Hyang Srijayanasaa (Slamet Rahardjo) yang memiliki dua putra. Konflik bermula ketika anak pertama Dapunta, Awang Kencana (Agus Kuncoro), membunuh sang ayah dan membuat hal tersebut seolah-olah dilakukan adiknya, Purnama Kelana (Sahrul Gunawan). Hubungan kakak adik akhirnya jadi hubungan musuh dan saling bunuh satu sama lain.

Gending Sriwijaya

Produser : H. Dhoni Ramadhan, Hj Dian Permata Purnamasari, Irene Camelyn Sinaga, Ap.
Produksi : PUTAAR PRODUCTION
Sutradara : Hanung Bramantyo

Pemain Film Gending Sriwijaya
Julia Perez
Agus Kuncoro
Mathias Muchus
Sahrul Gunawan
Slamet Rahardjo
Jajang C. Noer
Hafsary Thanial Dinoto
Teuku Rifnu Wikana
Qausar Harta Yudana
Tya Arifin

Sinopsis Film Gending Sriwijaya

Nusantara di abad 16, tiga abad setelah keruntuhan Sriwijaya ,muncul kerajaan-kerajaan kecil yang saling berebut kekuasaan.Kedatuan Bukit Jerai, adalah kerajaan kecil yang dipimpin oleh Dapunta Hyang Jaya nasa dengan permaisurinya Ratu Kalimanyang. Mereka memiliki dua putera, Awang Kencana dan Purnama Kelana. Dapunta Hyang sudah memasuki usia tua dan saatnya untuk menyerahkan
kepemimpinannya kepada putera mahkotanya, Awang Kencana. Namun diluar adapt kebiasaan, Dapunta justru memilih Purnama Kelana sebagai penggantinya

Awang Kencana secara diam-diam mengetahui rencana itu dan sangat kecewa dengan keputusan ayahnya. Awang kemudian menjebak Purnama, menfitnah Purnama telah membunuh Dapunta Mahawangsa. Purnama kemudian di tangkap oleh Awang dan dijebloskan kepenjara. Dengan dibantu oleh para tabib dan sahabat-sahabatnya, Purnama berhasil dibebaskan dan dihindarkan dari hukuman mati.Kelompok pasukan yang dipimpin oleh Awang kemudian mengetahui rencana itu, mereka mengejar Purnama sampai pelosok hutan, Purnama terdesak di lereng tebing, Purnama jatuh di jurang yang tinggi, tercebur di sungai dan terbawa arus yang deras. Pasukan Awang tak mampu mengejar dan mengira Purnama telah tewas

Setelah meninggalnya Dapunta Hyang Mahawangsa, seratus hari kemudian, Awang dinobatkan sebagai raja di Kedatuan Bukit Jerai. Awang memerintahkan untuk membasmi kelompok perampok Ki Goblek. Mata-mata Awang Kencana berhasil mengetahui markas kelompok Ki Goblek.Dengan kekuatan penuh ,pasukan Awang Kencana mengepung Ki Goblek yang bermarkas di sebuah gua di tengah hutan. Kelompok perampok berhasil ditumpas, Ki Goblek tewas. Hanya tertinggal Purnama dan Malini dan 8 orang perempuan penenun songket, yang adalah janda para perampok yang tewas. Malini yang kehilangan kedua orang tua dan juga adiknya takluput menjadikorban. Malini menyimpan dendam. Purnama yang mengetahui ini semua adalah perbauatan adiknya, makin meradang.Ia harus menghentikan kelakuan adiknya, menuntut balas kematian ayahnya, sekaligus membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.

Sepuluh orang menyiapkan sebuah serangan balasan kepusat Kedatuan Bukit Jerai. Berhasilkah Purnama Kelana merebut tahta Kedatuan Bukit Jerai?

0 Response to "Gending Sriwijaya"

Post a Comment

My Blog List

Powered by Blogger.